Rabu, 13 Januari 2021

Konversi Teks Iklan menjadi Teks Eksplanasi

 Konversi Teks Iklan menjadi Teks Eksplanasi


Pernyataan Umum :

Pizza adalah sebuah makanan yang berasal dari italia dari tahun 1905. Makanan gurih sejenis adonan bundar dan pipih yang dipanggang di oven dan dilumuri dengan saos tomat serta keju dengan bahan  makanan tambahan lainnya yang bisa dipilih ini sudah sangat mudah didapatkan di berbagai macam negara termasuk Indonesia


Deret penjelas :

Salah satu merek pizza yang terkenal di indonesia adalah Pizza Hut. Pizza Hut adalah rantai restoran Amerika dan waralaba internasional yang didirikan pada tahun 1958 di Wichita, Kansas oleh Dan dan Frank Carney. Perusahaan ini dikenal dengan menu masakan Italia-Amerika, termasuk pizza dan pasta, serta lauk dan makanan penutup.

    Mulai dari tanggal 2 Januari sampai dengan 29 Februari 2012, Pizza Hut mengadakan promo diskon 30% menu beef pronto khusus makan di tempat setiap harinya dengan menggunakan kartu kredit mandiri.


Interpretasi :

Pizza Hut memang menjadi salah satu kedai pizza yang tidak hanya terkenal, namun juga seringkali menghadirkan promo-promo yang menggiurkan bagi para konsumennya. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya jika kita mencoba berbagai promo yang ditawarkan oleh Pizza Hut baik yang sekarang dan yang akan datang.


Sabtu, 21 November 2020

Tugas Bahasa Indonesia

Resensi buku non-fiksi


Judul Buku : Corona virus membuat satu negara resah

Pengarang : Andreas William

Penerjemah : Andreas William

Penerbit : Andreas William

Bahasa : Indonesia

Jumlah Halaman : 10


Covid-19 atau yang biasa disebut Corona Virus sudah tersebar di seluruh dunia salah satunya Indonesia. Indonesia sekarang negara dengan angka kasus terbanyak di dunia. Warga negara Indonesia merasa resah dan juga para murid juga merasakannya, siswa-siswi sekarang harus menjalankan sekolah dengan online dan dengan kuota yang terbatas.


Angka kasus Covid-19 di Indonesia sudah mencapai 100.000 hingga angka pencerain sangat tinggi di Indonesia dikarenakan pekerjaan semua ditutup, karyawan tidak diperbolehkan bekerja


Namun terlepas dari semua itu, buku ini menarik untuk dibaca. Sebuah buku yang cukup ringan untuk dibawa ke manapun dan dapat dipahami dengan cukup mudah oleh setiap pembaca. Buku ini perlu dibaca oleh siapapun terutama orang-orang yang memerlukan dukungan dalam hidupnya. Selain itu simbol merupakan kunci komunikasi. Maka apabila Anda ingin memahami diri dan kemampuan Anda serta menginginkan perubahan, bacalah buku ini.





Minggu, 01 November 2020

Buku Fiksi dan Nonfiksi

 Ringkasan bab 4

A. Menilai isi buku

B. Menyusun laporan hasil membaca buku

Pengertian unsur intrinsik

Intrinsik terdiri atas alur, tema, penokohan, sudut pandang, latar, dan amanat. Dalam pengertian unsur-unsur intrinsik dan penjelasan dari seluruh unsur tersebut, unsur-unsur intrinsik digunakan untuk menganalisis karya sastra. Unsur intrinsik adalah unsur yang menyusun sebuah karya sastra dari dalam yang mewujudkan struktur suatu karya sastra. Untuk mengetahui penjelasan dari unsur-unsur intrinsik.

Unsur-unsur intrinsik

Berikut ini penjelasan mengenai unsur-unsur intrinsik.

a. Alur (plot)

Alur atau jalan cerita merupakan pola pengembangan cerita yang terbentuk oleh hubungan sebab-akibat.

b. Tema

Tema adalah inti atau ide pokok dalam cerita

c. Penokohan

Penokohan adalah cara pengarang menggambarkan dan mengembangkan karakter tokoh-tokoh dalam cerita.

d. Sudut pandang (point of view)

Sudut pandang adalah posisi pengarang atau narator dalam membawakan cerita tersebut.

e. Latar

Latar (setting) merupakan tempat, waktu, dan suasana terjadinya perbuatan tokoh atau peristiwa yang dialami tokoh.

f. Amanat

Amanat merupakan ajaran modal atau pesan yang hendak disampaikan pengarang kepada pembaca melalui karya yang diciptakan itu.


Pengertian unsur ekstrinsik

Unsur ekstrinsik adalah bagian atau komponen yang terdapat dalam sebuah karya sastra (cerpen, novel, puisi, dan lainnya) yang membentuk atau membangun sebuah karya sastra dari luar.

Unsur-unsur ekstrinsik

Berikut adalah unsur-unsur ekstrinsik karya sastra

1. Latar belakang / biografi pengarang

Biografi adalah sebuah kisah yang menceritakan proses kehidupan seseorang (pengarang karya sastra).

2. Kondisi masyarakat dan lingkungan penulis

Salah satu unsur yang dapat memengaruhi pembentukan sebuah karya sastra adalah unsur kondisi masyarakat dan lingkungan penulis. Terdapat beberapa faktor yang ada didalam unsur kondisi masyarakat dan lingkungan penulis, yaitu :

a. Ideologi suatu negara

b. Kondisi politik yang diamati oleh penulis

c. Kondisi sosial masyarakat tempat penulis tinggal

d. Kondisi lingkungan tempat penulis tinggal 

e. Kondisi ekonomi yang dialami oleh penulis dan masyarakat lingkungannya

3. Nilai-nilai yang tersemat dalam karya sastra

Unsur ini hampir sama dengan unsur amanat yang ada dalam unsur intrinsik, yaitu memberikan pengetahuan dan pemahaman akan sesuatu terhadap pengamat melalui kandungan nilai-nilai yang tersemat dalam sebuah karya sastra tersebut. Berikut adalah nilai-nilai yang dapat memengaruhi sebuah karya sastra :

a. Nilai agama

b. Nilai sosial

c. Nilai moral

d. Nilai budaya




Minggu, 06 September 2020

Mengkonversi Teks Cerita Sejarah Menjadi Puisi

 Cerita Sejarah Bawang Merah Bawang Putih

Alkisah di sebuah kampung, hiduplah seorang janda yang memiliki dua orang anak gadis yang cantik, Bawang Merah dan Bawang Putih. Ayah kandung Bawang Putih telah lama meninggal dunia. Bawang Merah dan Bawang Putih memiliki sifat dan perangai yang sangat berbeda dan bertolak belakang. Bawang Putih adalah gadis sederhana yang rendah hati, tekun, rajin, jujur dan baik hati. Sementara Bawang Merah adalah seorang gadis yang malas, sombong, suka bermewah-mewah, tamak dan pendengki. Sifat buruk Bawang Merah kian menjadi-jadi akibat ibunya selalu memanjakannya. Sang janda selalu memenuhi semua permintaan dan tuntutan Bawang Merah. Selain itu semua pekerjaan di rumah selalu dilimpahkan kepada Bawang Putih. Mulai dari mencuci pakaian, memasak, membersihkan rumah, hampir semua pekerjaan rumah selalu dikerjakan oleh Bawang Putih seorang diri, sementara Bawang Merah dan Ibu Tiri selalu berdandan dan bermalas-malasan. Jika mereka memerlukan sesuatu, tinggal menyuruh-nyuruh Bawang Putih.

Bawang Putih tak pernah sekalipun mengeluhkan nasib buruknya. Ia selalu siap sedia melayani sang Ibu Tiri dan Saudari Tirinya dengan senang hati. Pada suatu hari Bawang Putih tengah mengerjakan pekerjaan rumah mencuci pakaian milik Ibu Tiri dan Saudari Tirinya. Akan tetapi Bawang Putih tak menyadari bahwa sehelai kain milik Ibu Tirinya telah hanyut terbawa arus sungai. Ketika Bawang Putih menyadarinya, ia sangat sedih dan takut bila diketahui hilangnya kain itu, maka ia akan dimarahi dan disalahkan oleh Ibu Tirinya. Bukan mustahil bahwa Bawang Putih akan dihukum bahkan diusir dari rumahnya.

Khawatir kehilangan kain tersebut, Bawang Putih dengan gigih dan tekun tetap mencarinya sambil berjalan menyusuri sepanjang sungai yang berarus deras itu. Tiap kali bertemu seseorang di sungai ia selalu menanyakan apakah mereka melihat kain tersebut. Sayang sekali tak seorangpun yang melihat di mana kain hanyut itu berada. Hingga pada akhirnya Bawang Putih tiba di bagian sungai yang mengalir ke dalam gua. Ia sangat terkejut ketika mengetahui ada seorang nenek tua yang tinggal di dalam gua tersebut. Bawang Putih menanyai nenek tua itu mengenai keberadaan kain Ibu Tirinya. Nenek tua itu mengetahui di mana kain itu berada, akan tetapi ia mengajukan syarat bahwa Bawang Putih harus membantu pekerjaan sang nenek tua. Karena telah terbiasa bekerja keras, dengan senang hati Bawang Putih menyanggupi untuk membantu sang nenek merapikan dan membersihkan gua tersebut. Nenek tua itu sangat puas dengan hasil pekerjaan Bawang Putih. Pada sore harinya Bawang Putih berpamitan kepada sang nenek. Sang nenek itu kemudian mengembalikan kain milik Ibu Tiri Bawang Putih yang hanyut di sungai, seraya menawarkan kepada Bawang Putih dua buah labu sebagai hadiah atas pekerjaannya. Dua buah labu itu berbeda ukuran, satu besar dan yang lainnya kecil. Karena Bawang Putih tidak serakah dan tamak, ia memilih labu yang lebih kecil.

Ketika kembali ke rumah, sang Ibu Tiri dan Saudari Tirinya amat marah karena Bawang Putih terlambat pulang. Bawang Putih pun menceritakan apa yang telah terjadi. Ibu Tiri yang tetap marah karena Bawang Putih hanya membawa sebutir labu kecil, ia kemudian merebutnya dan membanting buah itu ke tanah. "Prak..." pecahlah labu itu, akan tetapi terjadi suatu keajaiban, di dalam labu itu terdapat perhiasan emas, intan, dan permata. Mereka semua terkejut dibuatnya. Akan tetapi karena Ibu Tiri dan Bawang Merah adalah orang yang tamak, mereka tetap memarahi Bawang Putih karena membawa labu yang lebih kecil. Jika saja Bawang Putih memilih buah yang lebih besar, tentu akan lebih banyak lagi emas, intan, dan permata yang mereka dapatkan.

Karena sifat serakah dan tamak, Bawang Merah berusaha mengikuti apa yang dilakukan Bawang Putih. Dengan sengaja ia menghanyutkan kain milik ibunya, kemudian berjalan mengikuti arus sungai dan menanyai orang-orang yang ia temui. Akhirnya Bawang Merah tiba di gua tempat nenek itu tinggal. Tidak seperti Bawang Putih, Bawang Merah yang malas menolak membantu nenek itu. Ia bahkan dengan sombongnya memerintahkan nenek tua itu untuk menyerahkan labu besar itu. Maka nenek tua itu pun memberikan labu besar itu kepada Bawang Merah. Dengan riang dan gembira Bawang Merah membawa pulang labu besar pemberian nenek tua itu. Telah terbayang dalam benaknya betapa banyak perhiasan, intan, dan permata yang akan ia miliki. Sang Ibu Tiri pun dengan gembira menyambut kepulangan putri kesayangannya itu. Tak sabar lagi mereka berdua memecahkan labu besar itu. Akan tetapi apakah yang terjadi? Bukannya perhiasan yang didapat, dari dalam labu itu keluar berbagai macam ular dan hewan berbisa. Mereka berdua lari ketakutan. Baik Ibu Tiri maupun Bawang Merah akhirnya menyadari sifat buruk dan ketamakan mereka. Mereka menyesali bahwa selama ini telah berbuat buruk kepada Bawang Putih dan memohon maaf pada Bawang Putih. Bawang Putih yang baik hati pun memaafkan mereka berdua. 

Puisi :

PUISI BERJUDUL "Bawang Merah Bawang Putih"


Dua insan yang berbeda

Bagai bumi dan langit semesta

Serba sederhana dengan semua serba ada


Berburu penuuh ambisi

Berkumpul bagi-bagi kursi

Suasana penuh syarat emosi


Tebar janji menebar asa

Tak melihat kenyataan yang ada

Timbul dalam benak keraguan di dada


Menerima tugas mengemban harapan

Bersama wujudkan impian

Hadapi segala kenyataan


Tak banyak ucap janji

Tersimpan sejuta potensi

Rakyat semakin simpati 

Rabu, 12 Agustus 2020

Rangkuman sejarah

 Bab 2 Sejarah

A. Memahami dan Menginterpretasi Makna Cerita Sejarah

      Sejarah merupakan kejadian nyata yang pernah terjadi. Ciri paling utama dari cerita sejarah adalah peristiwa yang diceritakan terjadi dengan sebenarnya. Frasa "cerita sejarah" menjadi pengertian yang lebih luas, yaitu cerita tentang peristiwa yang bernilai sejarah.

Struktur teks cerita sejarah :

1. Orientasi adalah awal atau pengenalan dari sebuah cerita atau peristiwa sejarah.

2. Rangkaian kejadian atau insiden adalah rekaman peristiwa sejarah yang biasanya disampaikan secara kronologis.

3. Komplikasi adalah saat terjadinya sebuah masalah yang dihadapi oleh sang tokoh utama dalam cerita.

4. Resolusi adalah bagian di mana masalah terpecahkan.


B. Menulis Cerita Sejarah

     Teks cerita sejarah merupakan teks yang didalamnya menjelaskan dan menceritakan tentang fakta dan kejadian masa lalu yang menjadi asal muasal atau latar belakang terjadinya sesuatu yang memiliki nilai sejarah.

      Struktur teks merupakan gambaran cara teks tersebut dibangun. Teks cerita sejarah disusun dengan struktur teks orientasi cerita sejarah diikuti oleh urutan peristiwa dan diikuti oleh reorientasi.

1. Orientasi merupakan bagian pengenalan atau pembuka dari teks cerita sejarah.

2. Urutan peristiwa merupakan rekaman peristiwa sejarah yang terjadi, umumnya disampaikan dalam urutan kronologis.

3. Reorientasi berisi komentar pribadi penulis  tentang peristiwa sejarah yang diceritakan. Reorientasi boleh ada, boleh tidak. Tergantung kehendak penulis

*Ciri kebahasaan teks cerita : 

1. Pronomina (kata ganti) merupakan kata yang digunakan untuk menggantikan benda dan menamai seseorang atau sesuatu secara tidak langsung 

2. Frasa adverbial merupakan kata yang menunjukkan kejadian atau peristiwa, waktu dan tempat.

3. Verba material, merupakan kata yang berfungsi untuk menunjukkan aktivitas atau perbuatan nyata yang dilakukan oleh partisipan. Kata kerja material menunjukkan perbuatan fisik atau peristiwa, misalnya membaca, menulis, dan menyapu

4. Konjungsi temporal (kata sambumg waktu) berguna untuk menata urutan - urutan peristiwa yang diceritakan, teks ceritan sejarah banyak memanfaatkan konjungsi ( kata penghubung) temporal

Senin, 15 Juni 2020

Covid 19

                                  Corona


Oh corona
Kamu berawal dari wuhan
Kamu mahluk kecil mematikan
Kamu sudah merenggut banyak nyawa

Oh corona
Virus yang menyusahkan seluruh dunia
Hingga para siswa menerima dampak nya
Dan semua tempat ditutup

Oh corona
Sekarang sudah 3 bulan lamanya
Kami semua berada di rumah
Sudah bosan seperti ini terus

Hingga cape mengerjakan tugas
Sampai kepala dah mau pecah
Oh corona
Kejam sekali anda



Senin, 27 April 2020

Menilai Karya Ilmiah Melalui Resensi

Nama : Andreas William
Kelas : XI AK
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Rangkuman BAB VII


Menilai Karya Ilmiah Melalu Resensi 



Pernahkah kamu membuat resensi? Apakah resensi itu? Resensi merupakan pertimbangan baik-buruknya suatu karya. Orang yang menyusun resensi disebut peresensi. Dalam meresensi sebuah buku, haruslah objektif, sesuai dengan kualitas isi buku. Sebelum melakukan resensi, kalian harus mengetahui dahulu unsur-unsur dalam resensi.

Menilai Karya Ilmiah Melalu Resensi 
Resensi merupakan pertimbangan baik-buruknya suatu karya. Orang yang menyusun resensi disebut peresensi. Dalam meresensi sebuah buku, haruslah objektif, sesuai dengan kualitas isi buku. Sebelum melakukan resensi, kalian harus mengetahui dahulu unsur-unsur dalam resensi.  Hal-hal yang dapat ditanggapi dalam resensi ialah kualitas isi, penampilan, unsur-unsur, bahasa, dan manfaat bagi pembaca. Unsur-unsur atau sistematika yang terdapat dalam resensi di antaranya sebagai berikut.
  1. Judul resensi
  2. Identitas buku yang diresensi
  3. Pendahuluan (memperkenalkan pengarang, tujuan pengarang buku, dan lain-lain)
  4. Inti/isi resensi
  5. Keunggulan buku
  6. Kekurangan buku
  7. Penutup
Menganalisis Kebahasaan dalam Teks Resensi Tentang kaidah kebahasaan teks resensi, teks resensi memiliki kaidah-kaidah kebahasaan seperti berikut:
  1. Banyak menggunakan konjungsi penerang, seperti bahwa, yakni, yaitu.
  2. Banyak menggunakan konjungsi temporal: sejak, semenjak, kemudian, akhirnya.
  3. Banyak menggunakan konjungsi penyebababan: karena, sebab.
  4. Menggunakan pernyataan-pernyataan yang berupa saran atau rekomendasi pada bagian akhir teks. Hal ini ditandai oleh kata jangan, harus, hendaknya.
Tahukah kamu bahwa tujuan utama resensi buku ialah memberikan tanggapan atas isi buku sebagai informasi kepada calon pembaca buku itu. Tanggapan itu dapat memotivasi pembaca resensi atau menjadi tidak berminat membaca buku yang diresensi itu. Tujuan meresensi buku hendaknya menjadi acuan bagi penulis resensi dalam mengembangkan resensi yang disusunnya dan juga sebagai salah satu kriteria bagi media yang akan memublikasikannya. 

Adapun struktur penyajian resensi novel adalah sebagai berikut.
  1. Identitas novel, yang meliputi judul, nama penulis, penerbit, tahun terbit, dantebal novel.
  2. Menyajikan ikhtisar atau hal-hal menarik dari novel.
  3. Memberikan penilaian, yang meliputi kelebihan dan kelemahannya.
  4. Penilaian tersebut sebaiknya meluputi unsur-unsur novel itu secara lengkap,yakni tema, alur, penokohan, latar, gaya bahasa, amanat, dan kepengarangan.
  5. Menyimpulkan resensi yang disajikan.
Untuk sampai pada penyajian resensi novel seperti itu, terdapat sejumlah pertanyaan yang dapat kita jadikan panduan. Berikut pertanyaan-pertanyaan yang dimaksud:
  1. Tema 
  2. Alur
  3. Latar 
  4. Penokohan 
  5. Sudut pandang 
  6. Amanat 
  7. Bahasa
Sumber : https://drive.google.com/file/d/13AIpIOUMI62K4GC7wf8MUq6xuvwQFtq6/view
Bahasa Indonesia; Buku Siswa SMA/SMK/MA/MK Kelas XI - Buku Sekolah ...